• Kontak Kami
  • Hotline : 082111973742
  • SMS : 082111973742
  • BBM : 53B29027

Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu, Minggu & Hari Besar Tetap Buka
Hati-Hati Terhadap Segala Bentuk Penipuan, Baik Melalui SMS atau Telpon Maupun Melalui Media Sosial Yang Mengatasnamakan NATURALTOKO, untuk Konfirmasi Silahkan Hubungi Call Center kami di 0821-1197-3742, Terima Kasih. Informasi Pendaftaran Member/Resell silahkan hubungi Call Center 0821-11973742, Terima Kasih
Beranda » Artikel Terbaru » Cara Budidaya Bawang Merah Terbaik

Cara Budidaya Bawang Merah Terbaik

Diposting pada 8 Desember 2017 oleh Abdul Ghofar
Cara Budidaya Bawang Merah

Cara Budidaya Bawang Merah

Cara Budidaya Bawang Merah | Bawang merah  ( Allium cepa ) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat dibutuhkan  oleh manusia.  Dalam pembudidayaan bawang merah, petani dihadapkan  dengan berbagai masalah dilapangan. Diantaranya cara budidaya, serangan hama dan penyakit, kekurangan unsur mikro, dan lain-lain yang menyebabkan produksi menurun.

Memperhatikan hal tersebut , PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu menyelesaikan permasalahan yang dialami para petani bawang merah tersebut. Salah satunya dengan peningkatan produksi bawang merah secara kuantitas, kualitas dan kelestarian ( K-3), sehingga petani dapat berkarya  dan berkompetisi di era perdagangan bebas. Di bawah ini saya akan membahas cara budidaya bawah merah yang benar.

Cara Budidaya Bawang Merah

PRATANAM

Syarat Tumbuh

Bawang merah dapat tumbuh pada tanah sawah atau kebun (tegalan), tekstur sedang sampai liat, Ph 5.6-6.5, ketinggian 0 – 400 mdpl, kelembapan 50 – 70 %, suhu 25 – 32 C.

Pengolahan Tanah

  1. Pupuk kandang disebarkan dilahan, dosis 0,5 – 1 ton/1000 m2
  2. diluku kemudian digaru ( biarkan -+ 1 minggu)
  3. dibuat bedengan dengan lebar 120 – 180 cm
  4. diantara bedengan pertanaman dibuat salauran air (canal) dengan lebar 40-50 cm dan kedalaman dampai 50 cm
  5. apabila pH tanaman kurang dari 5,6 diberi dolomit dosis -+ 1,5 ton/ha disebarkan diatas bedengan dan diaduk  rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu
  6. untuk mencegah serangan penyakit layu semprotkan Natural Glio 100 gr (1 bungkus Natural Glio) ke lahan bedengan. lebih bagus jika Natural Glio (1 bungkus /100 gr) dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu kemudian taburkan merata ke bedengan

Pupuk Dasar

  1. Berikan pupuk makro : (2-4 kg Urea) + (7-15 kg ZA) + ( 15-25 kg SP-36)
  2. Jika dipergunakan pupuk majemuk NPK (15-15-15) dosis -+ 20 kg/1000 m2 dicampur rata dengan tanah.
  3. Siramkan pupuk SUPERNASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis -+ 1 botol/1000 m2 dengan cara :
  • Aalternatif 1 : botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk tadi untuk menyiram bedengan
  • Aalternatif : setiap 1 gembor volume 10 liter diberi 1 sendok peres SUPERNASA untuk menyiram 5 -10 meter bedengan, biarkan selama 5-7 hari

Baca Juga ini :

Pemilihan Bibit

  1. ukuran umbi bibit yang optimal 3-4 gram/umbi
  2. umbi bibit yang baik yang telah disimpan2-3 bulan dan umbi masih dalam ikatan (umbi masih ada daunnya)
  3. umbi bibit harus sehat, ditandai dengna bentuk umbi yang kompak (tidak keropos), kulit umbi tidak luka (tidak terkelupas atau berkilau)

Cara Budidaya Bawang Merah

FASE TANAM

  1. jarak tanam musim kemarau , 15 x 15 cm, varieties ilocos, tadayung atau Bangkok.
  2. musim hujan 20 x 15 cm varietes tiron saat tanam, seluruh bagian umbi bibit yang telah siap  tanam dibenamkan kedalam permukaan  tanah. Untuk tiap lubang ditanam satu buah umbi bibit

Cara Budidaya Bawang Merah

AWAL PERTUMBUHAN (0-10 HST)

Pengamatan Hama

Waspadai hama ulat bawang ( spodoptera exigua atau S.litura), telur diletakkan  pada pangkal dan ujung daun bawang merah secara berkelompok, maksimal 80 butir. Telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas.

Kelompok telur yang ditemukan pada rumpun tanaman hendaknya diambil dan dimusnahkan. Biasanya pada bawang lebih sering terserang ulat grayak jenis spodoptera exigua dengan ciri-ciri terdapat garis hitam diperut /kalung hitam dileher, dikendalikan dengan PENTANA atau PESTONA.

Ulat tanah. Ulat ini berwarna coklat hitam. Pada bagian pucuk/titik tumbuhnya dan tangkai kelihatan rebah karena dipotong pangkalnya.kumpulan ulat pada senja/malam hari. Jaga kebersihan dari sisa-sisa tanaman atau rerumputan yang jadi serangnya. Semprot  dengan PESTONA dan PENTANA.

Baca juga ini : Jual Pengendali Hama Organik

Penyakit yang harus diwaspadai pada awal pertumbuhan adalh penyakit layu fusarium. Gejala serangan penyakit ini ditandai dengan memnguningnya daun bawang, selanjutnya tanaman layu dengan cepat (jawa:ngoler). Tanaman yang terserang dicabut lalu dibuang atau dibakar ditempat  yang jauh.Preventif kendalikan dengan Natural Glio sebelum tanam dan semprot CORRIN setelah tanam.

Penyiangan Dan Pembunuhan

Penyiangan pertama dilakukan umur 7-10 HST dan lakukan secara mekanik untuk membuang gulma atau tumbuhan liar yang kemungkinan dijadikan inang hama ulat bawang. Pada saat penyiangan dilakukan pengambilan telur ulat bawang .

Dilakukan pendangiran yaitu tanah disekitar tanaman didangir dan dibumbun agar perakaran bawang merah selalu tertutup  tanah. Selain itu bedengan yang rusak atau longsor perlu dirapikan kembali dengan cara memperkuat tepi-tepi selokan denga lumpur dari sisa dasar saluran.

Pemupukan Pemeliharaan/Susulan

Dosis pemupukan bervariasi tergantung jenis dan kondisi tanah setempat. Jika kelebihan Urea/ZA dapat mengakibatkan leher umbi tebal dan umbinya kecil-kecil, tapi jika kurang, pertumbuhan tanaman terhambat dan daunnya menguning pucat. Kekurangan KCL juga dapat menyebabkan ujung daun mongering dan umbinya  kecil.

Pemupukan dilakukan 2 kali (dosis per 1000 m2)

  • 2 minggu : (5-9 kg Urea) +(10-20 kg ZA) + (10-14kg KCL)
  • 4 minggu : (3-7 kg urea) + (7-15 kg ZA) + (12-17 kg KCL), lebih bagus ditambah POWER NUTRITION

Campur secara merata ketiga jenis pupuk tersebut dan aplikasikan di sekitar rumpun atau garitan tanaman. Pada saat pemberian jangan sampai terkenan tanaman supaya daun tidak terbakar dan terganggu pertumbuhannya.

Atau jika dipergunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis -+ 20 kg/1000 m2 diberikan pada umur -+ 2 minggu

Pengairan

  1. pada awal pertumbuhan dilakukan penyiraman dua kali, yaitu pagi dan sore hari. Penyiraman pagi usahakan sepagi mungkin disaat daun bawang masih kelihatan basah untuk mengurangi serangan penyakit. Penyiraman sore hari dihentikan jika presentase tanaman tumbuh telah mencapai lebih 90%
  2. air salinitas tinggi kurang baik bagi pertumbuhan bawang merah
  3. tinggi permukaan pada saluran (canal) dipertahankan setinggi 20 cm dari permukaan bedengan tanaman.

Cara Budidaya Bawang Merah

FASE VEGETATIF (11-35 HST)

Pengamatan Hama Dan Penyakit

Hama ulat bawang, S.litura dan S.exigu

Thrips, mulai menyerang umur 30 HST karena kelembapan disekitar tanaman relatif tinggi dengan suhu rata-rata diatas normal. Daun bawang yang terserang warnanya putih berkilat seperti perak. Serangan berat terjadi pada suhu udara diatas norma dengan kelembapan diatas 70%. Jika ditemukan serangan, penyiraman dilakukan pada siang hari, amati predator kumbang macan. Populasi diatas  ambang ekonomi kendalikan dengan Natural BVR atau PESTONA.

Penyakit bercak ungu atau trotol

Disebabkan oleh jamur alterna porii melalui umbi atau percikan air dari tanah. Gejala serangan ditandai terdapat bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih-kelabu ddaun dan tepi daun kuning serta mengering ujungnya. Serangan pada umbi sehabis panen mengakibatkan umbi busuk sampai berair dengan warna kunign hingga merah kecoklatan. Jika ada hujan rintik-rintik segera dilakuka penyiraman. Preventif dengna penebaran Natural Glio dan semprot CORRIN.

Penyakit ANTRAKNOSE atau otomatis

Disebabkan oleh jamur colletotricum gloesporiodes. Gejala serangan adalah ditandai terbentuk lekukan yang akan menyebabkan patahnya daun secara serentak. Jika ada gejala, tanaman terserang  segera cabut dibakar dan dimusnahkan. Untuk jamur yang ada didalam tanah kendalikan dengan Natural GLIO dan disemprot CORRIN.

Penyakit oleh virus

Gejalanya pertumbuhan kerdil, daun menguning, melengkung ke segala arah dan terkulai serta anakannya sedikit. Usahakan memakkai bibit bebas virus dan pergiliran tanaman selain golongan bawang-bawangan.

Busuk umbi oleh bakteri

Umbi yang terserang jadi busuk dan berbau. Biasa menyerang setelah dipanen. Usahakan tempat yang kering

Busuk umbi/leher batang oleh jamur

Bagian yang terserang jadi lunak, melekuk dan berwarna kelabu. Jaga agar tanah tidak terlalu becek ( atur drainase).

Untuk pencegahan hama penyakit usahakan pergiliran tanaman dengan jenis tanaman lain (bukan golongan bawang-bawangan). Pestisida kimia digunakan sebagai alternative terakhir untuk mengatasi serangan hama penyakit.

Pengolahan Tanaman

  1. penyiangan dilakukan pada umur 30-35 HST dilanjutkan pendangiran, pembumbunan dan perbaikan bedengan yang rusak
  2. penyemprotan POC NASA dengan dosis 4-5 tutup/tangki tiap 7-10 hari sekali mulai 7 hari setelah tanam hingga hari ke 50-55. Mulai hari 35 penyemprotan ditambah HORMONIK dengan dosis 1-2 tutup/tangki (dicampurkan dengan POC NASA) atau pakai GREENSTAR dosis 1 sachet per tangki.
  3. pengairan, penyiraman 1x perhari pada pagi hari, jika ada serangn thrips dan ada hujan rintik-rintik penyiraman dilakukan siang hari.

Cara Budidaya Bawang Merah

Pembentukan Umbi ( 36-50 HST)

Pada fase pengamatan HPT sama seperti fase vegetative, yang perlu diperhatikan adalah pengairannya. Butuh air yang banyak pada musim kemarau sehingga perlu dilakukan penyiraman sehari dua kali yaitu pagi dan sore.

Cara Budidaya Bawang Merah

Pematangan ( 51-65 HST)

Pada fase ini tidak begitu banyak air sehingga penyiraman hanya dilakukan sehari sekali yaitu pada sore hari

Panen dan Pasca Panen

  • 60-90% daun telah rebah, dataran rendah pemanenan pada umur 55-70 hari, dataran tinggi umur 70-90 hari
  • panen dilakukan pada pagi hari yang cerah dan tanah tidak becek
  • pemanenan dengan pencabutan batang dan daun-daunnya
  • selanjutnya 5-10 rumpun diikat menjadi satu ikatan(jawa:dipocong)
  • penjemuran dengan alas anyaman bambu (jawa:gedeg). Penjemuran pertama selama 5-7 haridengan bagian daun menghadap ke atas, tujuannya mengeringkan daun. Penjemuran kedua selam 2-3 hari dengan umbi menghadap ke atas, tujuannya untuk mengeringkan bagian umbi dan sekaligus dilakukan pembersihan umbi dari sisa kotoran atau kulit terkelupas dan tanah yang terbawa dari lapangan. Kadar air 89-95% baru disimpan digudang.
  • penyimpanan, ikatan bawang merah digantungkan pada rak-rak bamboo. Aerasi diatur dengan baik, suhu gudang 26 – 29 % C kelembapan 70-80%, sanitasi gudang.

 

Demikian tentang cara budidaya bawan merah dengan benar, Selamat mencoba…SEMOGA BERHASIL..!!!

CATATAN :

” hasil panen setiap daerah berbeda-beda. dipengaruhi dari 4 faktor yaitu iklim, tanah, tingkat serangan hama & penyakit dan kecukupan air”

 

Pengunjung Juga Mencari:

  • cara warna merah pada umbi bawang merah
  • Cari pertumbuhan bawang merah dari minggu ke 3 sampai minggu ke 8

Bagikan informasi tentang Cara Budidaya Bawang Merah Terbaik kepada teman atau kerabat Anda.

Cara Budidaya Bawang Merah Terbaik | NaturalToko.com

Belum ada komentar untuk Cara Budidaya Bawang Merah Terbaik

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 13%
Rp 200.000 Rp 230.000
Ready Stock / CODRINK
Popular!
OFF 21%
Rp 150.000 Rp 190.000
Ready Stock / SINOV
Popular!
OFF 20%
Rp 40.000 Rp 50.000
Ready Stock / POC
SIDEBAR